ALIANSI MASYARAKAT PEDULI INDONESIA RAYA SUMATERA UTARA
Film ini terbilang sangat bagus karena di dalamnya terkandung pesan moral yang sangat berharga yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar adegan berkelahi.
Ada sebuah percakapan antara Jackie Chan (Han) dan Jaden Smith (Dre) dimana Jackie mengatakan lebih kurang seperti ini, "Life will knock us down, but we can choose whether we want to get back up or not." Artinya hidup akan selalu menjatuhkan atau mengalahkan kita, tetapi kita bisa memilih apakah kita mau bangkit atau tidak. Ia mengatakan itu pada saat merenungi istri dan anaknya yang tewas akibat kecelakaan mobil. Dan Jaden telah memberinya pelajaran yang berharga.
Kalimat itu sungguh menggugah diri saya. Kadang kala hidup tidak adil kepada kita. Kadang hidup kelihatannya selalu mempermainkan kita, bahkan membuat kita terjatuh. Tetapi, kita bisa memilih untuk bangkit atau menyerah kalah. Bangkit atau tidak adalah pilihan yang kita buat!
Ketika kita jatuh dalam keterpurukan, kita bisa memilih untuk merasa menjadi korban dan menyalahkan hidup yang sungguh tidak adil. Konsekuensinya, kita tidak akan bisa mengubah apa pun karena kita telah mengembangkan sikap pasrah tanpa mau berbuat apa pun untuk memperbaikinya.
Di sisi lain, ketika kita jatuh, kita bisa memilih untuk tegar dan bangkit. Kita bisa memilih untuk tidak mau menyerah kalah. Kita bisa memilih untuk terus maju menerjang rintangan dalam hidup. Jika kita bisa bersikap seperti itu, percayalah, hidup tidak akan benar-benar bisa menjatuhkan kita.
Lantas mengapa ketika jatuh, ada sebagian orang yang memilih untuk terus bangkit dan sebangian orang memilih untuk merasa terhina dan hidup dalam keterpurukan? Alasan adalah karena pilihan. Setiap hari, kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan, baik pilihan yang mudah sampai pilihan yang sangat sulit.
Apa yang kita lakukan saat ini adalah hasil dari pilihan kita. Kita bisa memilih apa pun yang kita inginkan, tanpa ada yang melarang. Kita bisa memilih untuk sukses, kita juga bisa memilih untuk menjadi biasa-biasa saja, kita bahkan juga bisa memilih untuk menjadi pecundang. Semua tergantung pada apa yang Anda pilih. Bahkan ketika kita tidak membuat pilihan, itu juga sudah merupakan pilihan.
Hidup memang akan selalu berusaha merintangi kita. Hidup tidak 'jahat', melainkan agar kita menjadi orang yang lebih kuat ketika berhasil bangkit dan melewati rintangan. Orang yang memilih untuk tidak bangkit adalah orang yang berpikir bahwa hidup ini jahat dan tidak adil. Dengan berpola pikir seperti itu, mereka merasa menjadi korban ketidakadilan. Mereka lebih memilih untuk berhenti daripada bangkit dan kemudian jatuh lagi.
Mereka yang memilih untuk bangkit tidak peduli berapa kali mereka jatuh. Mereka akan bangkit satu kali lebih banyak. Mereka memilih untuk tidak mau begitu saja dikalahkan dengan telak oleh kehidupan. Tidak heran, mereka adalah para juara yang berdiri tegak sampai garis finish.
Hidup ini penuh pilihan, apakah Anda memilih untuk bangkit atau tidak, itu adalah pilihan Anda. Ingat kata-kata ini, "Hidup akan selalu menjatuhkan atau mengalahkan kita, tetapi kita bisa memilih apakah kita mau bangkit atau tidak."
Salam Sukses,
Tiga raksasa otomotif Amerika Serikat - General Motos Corp (GM), Chrysler LLC, dan Ford Motor Co - yang dikenal dengan ”The Big Three” meminta dana talangan kepada kongres Amerika sebesar 34 Milliar Dollar AS guna menyelamatkan industri otomotif yang membawa citra Amerika Serikat dari kebangkrutan sekaligus juga menghindari gelombang pemutusan hubungan kerja. Tetapi sampai sekarang dana talangan tersebut belum disetujui oleh senar Amerika Serikat.
Itulah sepenggalan berita yang dimuat berbagai media internasional dan lokal beberapa minggu belakangan ini. Saya terkejut ketika pertama kali membaca berita itu. Bagaimana mungkin tiga perusahaan-perusahaan otomotif terbesar, berumur ratusan tahun, hadir di lebih dari 30 negara, memiliki sekitar 160 pabrik di seluruh dunia dan produk-produknya merajai jalan-jalan hampir di seluruh dunia, bisa nyaris bangkrut. Bukankah dulunya mereka perusahaan-perusahaan sangat sukses? Mengapa sekarang mereka bisa nyaris bangkrut?
Memikirkan nasib ”The Big Three”, saya langsung teringat sebuah kalimat seorang rekan, CEO dari sebuah perusahaan besar di Australia. Dia berkata, ”Berny, nothing fails like success (tidak ada kegagalan seperti kesuksesan).” Kalimat yang luar biasa, bukan?
Sesungguhnya, Anda, saya, dan semua organisasi, menjadi lebih rentan ketika telah mencapai kesuksesan. Karena seringkali kesuksesan membawa perusahaan pada sebuah tempat dimana tidak lagi efisien, sombong, dan arogan. Ketika orang dan bisnis mencapai kesuksesan, seringkali mereka menjadi lebih mencintai diri mereka sendiri. Mereka tidak lagi menghargai pelanggan seperti sebelum mereka sukses. Mereka berhenti berinovasi, tidak lagi bekerja keras, dan takut mengambil resiko. Mereka begitu sibuk dengan diri sendiri untuk mempertahankan kesuksesan yang telah mereka raih, dan tidak lagi fokus untuk memperbaiki diri. Mereka begitu terbuai dengan kesuksesan. Itulah yang dialami oleh ”The Big Three.”
Lihat saja bagaimana para CEO ”The Big Three” ditengah krisis keuangan perusahaan masih bisa terbang dengan jet pribadi dari Detroit ke Washington untuk ”mengemis” dana talangan ke kongres Amerika. Menurut data, pada tahun 2007, biaya seorang pekerja di pabrik GM di Amerika adalah US$ 73 per jam, sedangkan Toyota hanya mengeluarkan biaya US$ 48 per orang setiap jam. Tahun lalu Toyota dapat membuat sebuah mobil atau truk dengan biaya operator US$ 4.000 lebih sedikit dari GM. Toyota memiliki tingkat produktivitas yang lebih baik dari pada GM. Kesuksesan membuat perusahaan terlena.
Sekitar sebulan lalu, saya pergi ke sebuah restauran sea food di daerah kelapa gading. Saya kaget, karena restauran tersebut sepi. Padahal, kira-kira setahun lalu restauran itu sangat ramai dikunjungi orang. Antrian panjang sekali. Tetapi, karena pada saat itu mereka merasa telah sukses, mereka tidak lagi memperhatikan pelanggan mereka. Pelayanan semakin lambat dan kualitas makanannyapun menurun.
Menarik pelajaran dari ”The Big Three” dan restauran sea food itu, maka seharusnya, semakin Anda sukses, Anda harus semakin rendah hati, semakin berkomitmen untuk terus lebih efisien, konsisten melakukan perbaikan-perbaikan, terus meningkatkan pelayanan, lebih bekerja keras, semakin mencintai pelanggan, dan terus menerus memberikan nilai tambah. Albert Einstein pernah berucap, ”Cobalah untuk tidak menjadi orang sukses, tetapi menjadi orang yang memberikan nilai tambah dalam hidup ini.”
Syukuri kesuksesan Anda, tetapi jangan terbuai olehnya. Karena, jika Anda berhenti melakukan hal-hal yang telah membawa Anda pada puncak gunung kesuksesan, maka pada saat itu juga Anda sedang tergelincir dalam lembah kegagalan. Jadi, tetaplah waspada pada saat Anda di puncak kesuksesan, karena seringkali kegagalan dimulai dari kesuksesan Anda.
Saya melihat sekarang ini...beberapa tahun belakangan ini, fenomena menggeliatnya entrepreneurship di Indonesia ini sangat membanggakan. Banyak bermunculan Young Entrepreneur, yang begitu bersemangat untuk memulai usaha atau bisnis sendiri. Ini memang patut untuk diacungi "Dua Jempol Tangan". Salut!!!
Sebagai seorang yang punya usaha atau berbisnis sendiri, tentunya Anda menginginkan kesuksesan yang berkesinambungan bukan? Apalagi bagi Anda yang baru saja memulai membuka usaha atau baru bisnis sendiri, tentu punya harapan besar untuk selalu bisa bertahan dan semakin meningkatkan bisnis Anda sendiri secara berkesinambungan. Benarkah begitu? Pastilah Anda menjawab: BENAR!!!
Nah, berkaitan dengan maraknya Dunia Entrepreneurship saat ini, Saya ingin berbagi dengan Anda, rekan-rekan Entrepreneur atau Anda yang mau terjun sebagai Entrepreneur...tentang beberapa hal yang semestinya dipunyai oleh setiap Entrepreneur, jika mereka menginginkan Kesuksesan yang Berkesinambungan.
Di sini, Saya melihat ada 6 (Enam) Kekuatan Inti, yang harus dipunyai seorang Entrepreneur Sukses, yaitu:Akhir-akhir ini, banyak sekali pelatihan / training dalam bentuk seminar atau expo yang bertemakan entrepreneur atau pebisnis muda. Mungkin ada yang berpendapat, "Hmmm apa pentingnya sih menjadi entrepreneur? Jadi pebisnis itu kan susah, membutuhkan modal besar, apalagi kalau usaha kita nanti bangkrut, rugi banget. Mendingan jadi pegawai, setiap bulan pasti dapat duit, yang pasti-pasti saja lah."
Memang tidak ada salahnya menjadi pegawai, tapi pertanyaanya sekarang adalah, "Kalau bisa menjadi ‘tangan di atas', kenapa harus menjadi si ‘tangan di bawah'?Kalau bisa jadi ‘Bos' atas bisnis kita, kenapa harus jadi pegawai yang disuruh-suruh? Kalau bisa sekarang mempunyai penghasilan tanpa menunggu gelar/titel, kenapa harus nanti ketika lulus baru cari penghasilan?
Mungkin juga teman2 juga sering melihat ada teman di kampus atau di kantor yang menawarkan bisnis kepada kamu yang bersifat MLM atau Member Get Member. Kebanyakan dari kita pasti kurang tertarik dengan bisnis seperti ini, tapi tahukah Anda, saya pernah bertanya ke beberapa teman saya yang pernah menawarkan bisnis sejenis kepada saya, dan mereka semua bilang kalau mereka melakukan bisnis begitu bukan karena mereka suka atau seneng berbisnis MLM, tapi mereka sedang mengejar IMPIAN untuk MASA DEPAN YANG LEBIH BAIK. Wow! That's great! Mereka berkerja bukan untuk masa sekarang, tapi untuk masa depan. Pola pikir ini lah yang sangat jarang ditemui.
Pada zaman teknologi ini, memang tidak bisa dipungkiri, anak-anak muda haruslah kreatif dan mandiri. Tidak perlu meminta-minta uang lagi kepada ortu, tapi haruslah sigap dan bertindak cerdas untuk masa depannnya. Tidak harus bisnis yang saya kasih contoh di atas, masih banyak lagi seperti bisnis clothing, online, kue, musik, otomotif, dan masih banyak lagi.
Intinya cuma satu, lakukan bisnis sesuai dengan HOBIkamu. Kalau kamu udah melakukan sesuai hobi, kamu akan selalu enjoy walaupun bisnis kamu naik turun penghasilannya. Kalo kamu seneng masak, ya kamu bisa titipkan makan atau kue yang sering kamu buat ke kantin kampus atau sekolah. Nah, nanti kamu dapat komisi apabila makanan itu laku. Misalnya kamu senang otomotif, kamu bisa memanfaatkan ilmu kamu tentang otomotif dengan membuka klinik otomotif di internet, tapi tentunya teknis nya tidak bisa saya jelaskan semua di sini. Atau kalau kamu ingin bisnis yang modalnya tidak terlalu besar, dan barangnya banyak dibutuhkan (kebutuhan primer bisa dibilang pada zaman sekarang), yaitu bisnis pulsa, kamu bisa menjadi ‘counter pulsa dadakan' teman-teman kamu di mana pun kamu berada.
Intinya adalah asal ada kemauan, pasti ada jalan (if there is a will, there is a way). Ingat, KONDISI kamu hari ini tidak menjamin masa depan kamu, tapi POLA PIKIR kamu hari ini, itu yang menjamin masa depan kamu!!SEMANGAT!!