Wartawan NTT Diserang Sekelompok Massa

Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini dialami wartawan Nusa Tenggara Timur (NTT). Serangan bahkan menewaskan anak korban yang baru berusia satu bulan.

Seperti dilansir Tribun News, Kamis 15 Desember 2011, wartawan tersebut bernama Dance Henukh, dan bekerja untuk Rote Ndao News. Penyerangan dilakukan sekelompok massa terhadap rumah korban yang berlokasi di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, NTT, sebanyak dua kali pada Sabtu (10/12/2011) dan Senin (12/12/2011). Saat penyerangan dilakukan, massa melempari rumah Dance dengan batu.

Ketua AJI Kupang, Yemris, Rabu (14/12/2011), mengatakan, laporan yang dia dapatkan penyerangan ini menewaskan Gino Novidri Henukh, anak kandung Dance yang baru berusia 1 bulan.

"Kami sangat menyesalkan kekerasan seperti ini terjadi," katanya.

Diduga kekerasan terhadap wartawan Rote Ndao News ini terkait dengan pemberitaan tentang dugaan korupsi dana ADD serta dana pembangunan rumah translok senilai Rp 3,1 miliar d i wilayah itu.

23 Gunung Ancam Keselamatan Penduduk

Anak Krakatau.
Gunung berapi agaknya masih menjadi salah satu sumber potensi bencana di Indonesia hingga tutup tahun 2011 ini. Pasalnya, di saat masih ada gunung yang sedang meletus atau memperlihatkan tanda-tanda akan meletus, ternyata ada lagi gunung-gunung yang memperlihatkan aktifitas serupa.

VIVAnews.com, Rabu 13 Desember 2011 memberitakan bahwa saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menetapkan 5 dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia dalam status siaga (level III), dan ada 18 yang berstatus waspada.

Dari lima gunung yang berstatus siaga (level III), satu di antaranya masih meletus, yakni Gunung Gamalama, dan satu lagi terus menerus menimbulkan gempa serta menyemburkan asap ke udara, yakni Anak Krakatau. Tiga gunung lainnya yang berstatus siaga dan merupakan pertanda akan meletus juga adalah Papandayan, Karangetang, dan Lokon.

Sementara itu, 18 gunung yang berstatus waspada adalah Gunung Sindoro, Anak Ranakah, Tambora, Lewotobi Laki-laki, Soputan, Ibu, Lewotobi Perempuan, Marapi, Bromo, Dieng, Gamkonora, Sinabung, Talang, Kerinci, Semeru, Sangeangapi, Dukono, dan Sorik Marapi. Penduduk di sekitar Gunung Sindoro bahkan telah ada yang mengungsi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan, terhitung tanggal 12 Desember 2011, pukul 16.00 WIB, Gunung Sorik Marapi, Sumatera Barat, dinaikkan statusnya dari normal (level I) ke waspada (level II).

Dalam status waspada, pihaknya meminta masyarakat di sekitar Sorik Marapi untuk tetap tenang, dan mengikuti arahan BPBD setempat.

"Masyarat tidak boleh mendekati dalam radius 1.5 KM dari kawah aktif. Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di kawasan rawan bencana II agar tetap waspada," kata Kepala Humas BNPB, Sutopo, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews.com.

Sedangkan perkembangan terakhir Gunung Gamalama, PVMBG mencatat telah terjadi rangkaian letusan pada 12 Desember 2011, tepatnya pukul 17.52, 18.04, 18.05 dan 18.06 WIT.

"Asap letusan berwarna kelabu, dengan ketinggian masing-masing 500, 1000, 1000 dan 1500 M dari puncak," ujar Sutopo mengakhiri perbincangan.

Jelang Natal, Indonesia Diramal Alami 3 Gempa Besar

Salah satu dampak gempa.
Sebuah situs yang diasuh seorang doktor asal Amerika Serikat, www.nextearthquake.com, membuat sensasi yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, pengasuh situ situ, RJ Roberts, secara aktif meramalkan terjadinya gempa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Seperti dilansir VIVAnews, Raby (14/12/2011), situs tersebut meramal, lindu akan melanda sepanjang pantai Barat Sumatera sampai Bali dengan kekuatan besar, yakni hingga 7 skala Ritcher (SR).

Sejumlah wilayah Indonesia yang diprediksi gempa adalah: Wilayah Utara Sumatera, sekitar 500 kilometer dari Medan. Diprediksi gempa dengan magnitud 4,5 sampai 6,5 SR, terjadi sekitar 20 Desember 2011 -- kurang lebih tiga hari sebelum atau sesudah.

Di waktu yang sama, juga diramalkan terjadi lindu di wilayah selatan Sumatera, sekitar 350 kilometer Bengkulu Utara, dengan kekuatan 5,0 sampai 7 SR.

Ramalan yang ketiga, dalam waktu hampir sama, diprediksi terjadi gempa di Selat Sunda, wilayah selatan Sumatera sampai wilayah Jawa dengan magnitud 4,3 sampai 6,3 SR (lebih detil, KLIK DI SINI).

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief, melalui asistennya, Basroni, meminta masyarakat tak panik. "Apa yang dirilis oleh DR RJ Robert Ph.D bukan hal baru, walaupun informasinya menjadi penting karena ada perkiraan waktu terjadinya," kata Basroni, dalam rilis yang diterima VIVAnews.

Basroni mengatakan, walau sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu akan terjadinya gempa secara tepat, tapi kita tetap harus selalu waspada terhadap potensi bencana alam termasuk gempa. "Karena itu adalah semangat dari mitigasi menghadapi bencana alam terkait wilayah Indonesia yang memang merupakan zona rawan bencana."

Seperti diketahui, selain Mentawai, Selat Sunda, Selatan Jawa sampai Bali adalah daerah-daerah yang berpotensi megathrust. "Peningkatan kewaspadaan adalah faktor penting. Pemda dan BPBD seperti yang Sumatera Barat selalu meningkatkan kewaspadaan, patut diapresiasi," kata Basroni. " Gempa dan tsunami bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan teknologi termasuk dengan budaya mitigasi."

Pakar gempa LIPI, Danny Hilman mengatakan, hingga saat ini belum ada teknologi yang sahih bisa meramalkan gempa. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir terhadap isu-isu terjadinya gempa. Meski, harus terus waspada.

"Bisa saja mereka mengklaim bisa meramal gempa dengan berbagai cara. Tapi, buktinya, belum ada teknik atau metode meramal gempa yang diakui secara ilmiah," tegas dia.

Nasib Cagar Budaya di Jakarta - 1 (Rawan Punah)

Rumah Cantik.
Pasal 1 ayat (1) UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya menegaskan bahwa bangunan cagar budaya perlu dilestarikan karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan juga kebudayaan. Namun fakta membuktikan, bangunan cagar budaya di Jakarta rawan punah akibat dirombak total sehingga tak lagi sesuai dengan struktur dan disain aslinya. Kenapa?

Berikut tulisan yang saya ambil dari rubrik telisik Koran Kota edisi 13-20 Desember 2011 yang saya bagi dalam tiga postingan. Selamat membaca.

Juni 2009, publik Jakarta disuguhkan oleh gencarnya pemberitaan media cetak, online dan elektronik tentang perombakan sebuah bangunan cagar budaya tipe A yang berlokasi di Jalan Teuku Umar No 42-44, Menteng, Jakarta Pusat, yang dihuni pengusaha Hartati Murdaya. Bangunan peninggalan zaman Belanda itu diubah menjadi bangunan modern dua lantai, sehingga keaslian struktur dan disain bangunannya hilang sama sekali. Padahal, Perda DKI No 9 Tahun 1999 tentang Pelestarian Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya, tegas menyatakan bahwa bangunan cagar budaya tipe A tidak boleh diubah. Jikapun penghuni bangunan ingin merehab, maka harus tetap sesuai dengan struktur dan desain bangunan aslinya.

Kini, jika kita jalan-jalan ke Jalan Cik Dik Tiro, juga di kawasan elit Menteng, Jakarta Pusat, dan singgah di kavling No 62, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat berbeda dan menimbulkan keprihatinan karena dulu, di lahan seluas 863 m2 pada kavling tersebut terdapat sebuah rumah yang telah berkali-kali digunakan para kreator dari bidang seni untuk syuting film dan video klip musik. Film yang menggunakan bangunan itu sebagai salah satu setting utamanya adalah “Kabut Sutra Ungu” yang dibintangi Jenny Rachman, dan “Dunia Tanpa Koma” yang dibintangi Dian Sastrowardoyo. Sedang video klip yang menggunakan bangunan itu sebagai setting utama adalah video klip lagu “Peri Cintaku” yang didendangkan Marcell Siahaan, dan “Asmara” yang dinyanyikan Novia Kolopaking. Bahkan pada 1993, bangunan itu dianugerahi penghargaan oleh Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja.

Mengapa bangunan itu begitu menarik perhatian dan istimewa? Jawabannya sederhana; karena rumah yang pada 1993 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya tersebut memiliki struktur dan desain bagunan khas era pemerintahan kolonial Belanda. Rumah yang dibangun pada 1932 itu bercat putih dan memiliki banyak jendela. Di halaman depan dan samping rumah terhampar taman yang ditata apik dan ditumbuni berbagai jenis tanaman bunga, dan dindingnya dirambati tanaman rambat. Jika bunga-bunga tanaman itu yang berwarna-warni mekar, rumah itu nampak sangat asri, indah dan memesona. Apalagi karena taman juga dihiasi sebuah sangkar berisi beberapa ekor burung dara yang senantiasa hinggap dan berterbangan ke sana ke mari dengan bebasnya. Tak heran jika rumah seluas 350 m2 itu memiliki sedikitnya tiga julukan, yakni Rumah Antik, Rumah Cantik, dan Rumah Bunga.


Rumah Cantik setelah dihancurkan..
Kini, coba lah Anda bertandang ke rumah yang ditetapkan menjadi cagar budaya melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur No. 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan Sebagai Cagar Budaya itu. Rumah tinggal puing-puing karena setelah laku dijual si empunya, sekitar Maret 2011 lalu pemilik baru rumah itu menghancurkannya untuk diubah menjadi bangunan modern seperti yang dihuni Hartati Murdaya. Untung, publik mengendus hal ini dan melapor ke Pemprov DKI Jakarta, sehingga karena pelaksanaan rehab itu tidak dilengkapi izin mendirikan bangunan (IMB) dan juga tidak dikoordinasikan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sebagai penganggung jawab kelestarian cagar budaya, proses rehab dihentikan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI, dan disegel.

Sayang, tindakan P2B terlambat karena pekerja perehab rumah itu telah mencopoti kaca, teralis antik dan kusen seluruh jendela dan pintu, serta meruntuhkan sebagian dinding dan atap bagian depan rumah. Setelah disegel, rehab tidak dapat dilanjutkan dan rumah itu terbengkalai. Kini rumah itu tak ubahnya bagai reruntuhan sebuah bangunan yang tak penting dan tak menarik, dengan ilalang dan semak tumbuh dimana-mana. Tanaman yang merambat di dinding pun tak lagi terurus. Begitu pula tanaman-tanaman bunga, sehingga sebagian besar mati dan rumah tak asri lagi.

Hendri (35), warga yang tinggal tak jauh dari Rumah Cantik, mengaku sangat menyayangkan penghancuran rumah itu karena banyak orang, termasuk dirinya, menyukai rumah itu, sehingga ada yang menjulukinya sebagai Rumah Antik, Rumah Cantik atau Rumah Bunga.

“Seingat saya, rumah itu mulai dihancurkan sekitar sembilan bulan yang lalu atau sekitar Maret 2011. Waktu penghancuran telah berjalan beberapa hari, mungkin sekitar seminggu, ada beberapa orang dari pemda yang datang, dan nggak lama setelah itu, sampai sekarang, penghancuran berhenti. Tapi yang saya ingat, tulisan bahwa rumah itu disegel baru dipasang 1 Desember 2011, saat media masih gencar memberitakan soal rumah itu. Selumnya nggak ada. Saya juga gak tahu kenapa,” katanya.

Yang menarik, melalui Surat Keputusan Gubernur KDKI Jakarta Nomor D.IV-6098/d/33/1975, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan kawasan Menteng sebagai kawasan cagar budaya, tapi mengapa kasus penghancuran dan perombakan total bangunan bersejarah terus berulang? Padahal di kawasan elit ini lah Gubernur Fauzi Bowo bermukim dan memiliki rumah dinas. Selain itu, Pemprov memiliki satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bertanggung jawab terhadap kelestarian heritage, yakni Disparbud dan jajarannya. Adakah ini terkait isu bahwa pembeli rumah itu adalah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, salah seorang anak Presiden SBY, dengan harga Rp160 miliar?

Anggota DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali menilai, penghancuran Rumah Cantik tersebut merupakan bukti tidak efektifnya kinerja jajaran aparat Kecamatan Menteng dan Disparbud.

“Kalau setiap kali aparat-aparat itu baru tahu setelah cagar budaya dirombak atau dihancurkan untuk dijadikan bangunan baru dengan struktur dan disain yang berbeda daria slinya, lambat laun habis semua heritage di Jakarta. Karena itu saya minta Gubernur mengevaluasi kinerja aparatnya ini agar kejadian seperti ini tidak terus terulang,” tegasnya.

Di sisi lain, juru bicara presiden Julian Adrin Pasha telah membantah kalau Ibas merupakan pembeli rumah itu. Ia mengatakan isu itu hanya bohong belaka. Sedang Dyah, sang mantan pemilik rumah, kepada sebuah media mengakui kalau rumah itu memang telah ia jual.

“Saya menjual rumah itu dengan harga sekitar tiga juta dolar AS atau lebih dari Rp 27 miliar,” katanya. Namun ia juga membantah kalau pembeli rumahnya adalah Ibas. (bersambung)


Tiket Kereta ke Jawa Telah Habis

Meski perayaan Natal masih dua pekan lagi dan malam pergantian tahun masih tiga pekan lagi, tiket kereta dengan tujuan ke beberapa kota di Jawa, telah habis. Khususnya untuk pemberangkatan tanggal 23 Desember, baik untuk yang kelas bisnis maupun eksekutif.

Mateta Rizalulhaq, Kepala Humas Daops I PT Kereta Api Indonesia (KAI), mengatakan, tiket perjalanan yang sudah penuh dipesan adalah tiket untuk tujuan sejumlah kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Bahkan demi mengantisipasi membludaknya penumpang, mulai 22 Desember hingga akhir Desember pihaknya menyiapkan sebanyak 9.000 tiket per hari.

Ludesnya tiket ini akibat tingginya animo masyarakat untuk merayakan Natal dan tahun baru di kampung halaman. Apalagi karena selain dibeli di loket stasiun, tiket juga dapat diperoleh secara online, melalui kantor pos, minimarket yang bekerja sama dengan PT KAI, dan melalui ATM.

"Tapi meski penumpang melonjak, tiket yang dijual tidak melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia di setiap gerbong," imbuh Mateta lagi.

Habisnya tiket ini dapat dimaklumi. Meski jelang Natal dan tahun baru PT KAI menaikkan harga tiket kelas bisnis dan eksekutif hingga hampir 100 persen.

Sementara itu, Evi, salah seorang petugas tiketing Agen Citra Alam Wisata (CAW), di Taman Topi, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, menyebutkan, tiket untuk keberangkatan Jakarta-Jogja, pada 23, 24, 25, sudah habis terpesan sejak jauh-jauh hari.

Begitu juga untuk kepulangan Jogja-Jakarta atau 26 dan 27 sudah terpesan. Hal sama juga terjadi untuk pembelian tiket menjelang tahun baru. Untuk tanggal 30 sudah habis dan kepulangan tanggal 2 Januari sudah penuh terpesan.

(dari berbagai sumber)

Ribuan Orang Tewas Akibat Gunakan HP Saat Mengemudi

Sedikitnya 3.092 warga Amerika tewas akibat kecelakaan yang terjadi saat mereka mengemudi sambil menelepon atau berkirim SMS dengan handphone (HP). Data ini terungkap dari hasil survey yang dilakukan Lembaga Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat pada 2010 lalu,

Seperti dilansir USA Today, Senin 12 September 2011, data ini didapat berdasarkan fakta bahwa dari 11 orang yang tewas di jalanan Amerika pada 2010, satu di antaranya akibat menggunakan ponsel saat mengemudi. Bahkan dari survey ini juga terungkap kalau tingkat penggunaan ponsel saat mengemudi di Amerika sangat tinggi karena tiga per empat responden mengaku, mereka bersedia menjawab telepon yang berdering meski sedang mengendarai mobil atau motor.

Namun demikian, tingginya penggunaan ponsel saat mengemudi ternyata juga menimbulkan keresahan karena sebagian responden yang lain mengaku, mereka merasa tidak aman dan nyaman jika menumpang sebuah mobil, taksi atau bus yang pengemudinya membaca SMS atau menelepon dengan ponsel.

Dari survey yang dilakukan NHTSA juga diketahui, hingga tahun lalu penyumbang terbesar kecelakaan lalu lintas di jalan-jalan Amerika masih disebabkan oleh pengendara yang mabuk. Pada 2010, sebanyak 10.228 orang meregang nyawa di jalanan karena pengaruh berat alkohol.

NHTSA menyebut, total seluruh perjalanan pengemudi di Amerika diperkirakan menyentuh angka 46 miliar mil atau sekitar 74 miliar kilometer, naik 1,6 persen dibanding 2009.

Dengan kombinasi angka kematian yang lebih sedikit dengan jarak perjalanan yang lebih panjang pada 2010, maka persentase kematian di jalan adalah 1,1 kematian per 100 juta kilometer, turun dari 1,15 pada 2009.

Bahaya Doktrin Humanisme - 10 (Tamat)

Dengan data dan fakta yang begitu banyak terbeberkan, sulit dipungkiri bahwa doktrin humanisme yang dikembangkan kaum Humanist Italia dan kemudian dimanfaatkan Freemasonry sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan, sangat bertolak belakang dengan pola fikir manusia yang mengimani Tuhan Pencipta Alam Semesta dan beramal saleh untuk menggapai ridha-Nya.

Bagi para Mason dan Humanist, segala sesuatu harus dilakukan semata-mata demi kemanusiaan. Nukilan dari sebuah buku terbitan komunitas Turki di bawah ini akan kian memperjelas bagaimana pola fikir orang-orang ini. Begini nukilannya:

“Moralitas Masonik didasarkan atas cinta terhadap kemanusiaan. Ia sepenuhnya menolak kebajikan karena harapan di masa depan, suatu ganjaran, suatu pahala, dan surga, karena ketakutan terhadap orang lain, suatu lembaga agama atau politik, kekuatan supranatural yang tidak diketahui… Ia hanya mendukung dan memuliakan kebaikan yang berhubungan dengan cinta terhadap keluarga, negara, umat manusia, dan kemanusiaan. Inilah salah satu sasaran terpenting dari evolusi Masonik. Mencintai manusia dan berbuat baik tanpa mengharapkan balasan dan mencapai tingkat ini adalah evolusi besar.”

Klaim-klaim pada kutipan di atas sangat menyesatkan. Tanpa disiplin moral agama tidak akan ada rasa pengorbanan kepada masyarakat. Dan, di mana hal ini tampaknya terwujud, hubungan lebih bersifat hanya di permukaan belaka. Mereka yang tidak memiliki moralitas agama, tidak takut ataupun menghormati Tuhan, dan di mana tidak hadir rasa takut akan Tuhan, manusia hanya memedulikan tujuan-tujuan mereka sendiri. Tak peduli bagaimanapun caranya karena tak ada rambu-rambu yang membatasi. Semua halal untuk dilakukan.

Tatkala manusia merasa kepentingan pribadinya terancam, mereka tidak dapat menunjukkan cinta sejati, kesetiaan, ataupun kasih sayang. Mereka menunjukkan cinta dan rasa hormat hanya terhadap siapa yang membawa keuntungan bagi diri mereka. Hal ini karena, menurut pemahaman mereka yang keliru, mereka hanya ada di dunia satu kali, dan karenanya, akan mengambil sebanyak-banyaknya. Lagi pula, menurut keyakinan keliru ini, tidak ada balasan bagi kecurangan maupun kejahatan yang mereka lakukan di dunia, karena tak ada surga atau neraka setelah kehidupan berakhir.

Literatur Masonik penuh dengan upacara moral yang berupaya menutupi fakta ini. Namun sebenarnya, moralitas yang tanpa agama ini tidak lebih dari retorika pura-pura. Fakta sejarah telah banyak mencontohkan bahwa tanpa disiplin diri yang diberikan agama atas jiwa manusia, dan tanpa hukum Tuhan, moralitas sejati tidak dapat dibangun dengan cara apa pun juga.

Dalam Al Quran surah Al Hasyr ayat 9, Allah menjelaskan tentang pengorbanan diri orang yang beriman, Dia memerintahkan, “...Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Inilah landasan sejati bagi moralitas.

Sedang dalam surat Al Furqan ayat 63-73, Allah menjelaskan ciri-ciri moralitas orang mukmin sejati. Dia berfirman;

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.

Sesungguhnya Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian
.

Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta".

Jadi, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau, rela dan ikhlas beribadah kepada Allah dengan merendah, dan tidak berpaling dari-Nya, atau seolah buta dan tuli, sehingga tak dapat melihat dan mendengar karunia dan tanda-tanda keberadaan dan kebesaran-Nya.

Karenanya, sebelum Anda menelan mentah-mentah atau mengikuti sebuah doktrin, pahami dan kenali lah dahulu doktrin itu. Di dunia ini terlalu banyak kamuflase yang membungkus kepalsuan dan kebusukan, sehingga meski kemasannya sangat bagus, indah dan mewah, isinya belum tentu seperti itu. Jika sekali saja Anda terjerumus, Anda mungkin akan sulit untuk keluar lagi. Bahkan bisa saja Anda telah menjadi ateis sebelum Anda sendiri menyadarinya. (Tamat)